5 Pemain dengan Debut Paling Berhasil di Liga Inggris

img
Apr
07

Premier League jadi satu antara liga papan atas di Eropa yang mempunyai level bersaing tinggi. Seringkali, beberapa pemain bintang yang masuk ke ranah Premiership malah tersuruk.

Ciri-ciri permainan yang condong mengunggulkan fisik jadi satu rintangan yang tidak gampang buat beberapa pemain bintang. Ditambah lagi, mereka yang hadir dengan cuma kemampuan kemampuan individu semata-mata, tanpa ada fisik mencukupi.

Walau tidak selamanya jadi agunan, debutan yang memiliki kelengkapan fisik serta kemampuan individu, lebih berkesempatan punyai keberhasilan. Di bawah ini beberapa pemain yang termasuk sukses saat dengan status debutan di panggung Premier League.

Fernando Torres

Fernando Torres langsung menarik perhatian publik penggemar Premier League. Pada kiprah di tahun 2007, El Nino mampu cetak 24 gol. Saat itu, Sang Spaniard dihadirkan Liverpool dari Atletico Madrid.

Torres datang di Anfield dengan status bintang. Dia langsung mendapatkan kehormatan kenakan jersey bernomor punggung 9, yang awalnya pernah digunakan Ian Rush serta Robbie Fowler. Tidak hanya 24 gol, dia memberi 4 asis.

Selama musim depan, Torres jadi pemain pertama Liverpool yang dapat cetak back to back hattrick di Anfield. Perolehan itu menyamakan perform Jack Balmer pada 1946.

Ruud van Nistelrooy

Drama berlangsung saat Manchester United ingin meminang Ruud van Nistelrooy. Waktu itu, bomber asal Belanda itu harus menanti satu tahun supaya bisa masuk dengan Old Trafford.

Saat hadir ke Old Trafford, perform Ruud van Nistelrooy tidak menyedihkan. Datang pada musim panas 2001, dia langsung nyetel serta dengan status bomber ganas yang lengkap.

Bekas punggawa PSV Eindhoven itu isi peranan Teddy Sheringham. Perjuangannya termasuk berat, sebab di ruang depan Manchester United telah ada Andy Cole serta Ole Gunner Solskjaer.

Tetapi, potensi Ruud van Nistelrooy membuat jadi pilihan penting. Keseluruhan, dia cetak 23 gol pada musim kiprah di panggung Premier League. Walau tidak berhasil memberikan gelar ke empat berturut-turut pada Manchester United, Ruud van Nistelrooy masih mendapatkan gelar jadi Pemain Paling baik versus PFA.

Beberapa catatan menarik menemani kesuksesan Ruud van Nistelrooy mendapatkan sukses pada musim kiprah. Dia mampu cetak gol pada 8 laga berturut-turut, sekaligus juga melalui perolehan Mark Stein, Alan Shearer serta Thierry Henry.

Petr Cech

Tidak butuh sangsi , Petr Cech ialah satu antara penjaga gawang paling baik di panggung Premier League. Dia hadir ke Chelsea dari Rennes pada 2004-2005. Hebatnya, ia langsung mendapatkan keyakinan jadi penjaga gawang penting, sesudah Carlo Cudicini luka.

Petr Cech dapat clean sheet saat lakoni kiprah pada pertandingan kontra Manchester United. Selama musim kiprah, dia mencatat 24 clean sheet, serta cuma kecolongan 15 gol. Gawang Petr Cech sempat tidak robek sepanjang 1.025 menit.

Karena perform Petr Cech, Chelsea mendapatkan gelar Premier League, suatu hal yang telah dinanti sepanjang 50 tahun.

Sergio Aguero

Bomber asal Argentina, Sergio Aguero jadi bintang Manchester City pada perform kiprah di Premier League. Hadir dari Atletico Madrid dengan bandrol 38 juta pounds, Aguero cetak 23 gol buat The Citizens.

Tidak hanya gol-gol penting, Aguero sukses bawa Manchester City merengkuh trofi juara, suatu hal yang berlangsung 44 tahun yang lalu saat itu. Satu yang menarik, Aguero sempat mendapatkan kritik waktu hadir ke Etihad.

Tetapi, semuanya malah membuat Aguero mengganas. Pada pertandingan pertama di panggung Premier League, dia cetak dua gol saat bermain dari kursi cadangan. Kemudian, pasukan Roberto Mancini tampil cemerlang selama musim dengan deretan bintang lain seperti Yaya Toure, David Silva, Edin Dzeko, Vincent Kompany serta Joe Hart.

N’Golo Kante

N’Golo Kante jadi debutan langsung merasai enaknya jadi juara di panggung Premier League. Hadir ke Leicester City, dia langsung jadi sisi penting The Foxes bersama-sama Jamie Vardy serta Riyad Mahrez.

Dia dapat bermain cemerlang di ruang tengah, serta jadi gelandang bertahan yang kreatif. Tidak bingung bila Manager Leicester City, Claudi Ranieri, menyebutkan ruang tengahnya jadi kunci keberhasilan kesuksesan mengusung trofi juara 2015-2016.

N’Golo Kante hadir dari club asal Prancis, Caen dengan mahar 5,6 juta euro.