Antusiaslah Dengan Rodri, City!

img
Jul
10

Manchester City memboyong Rodri sebagai penerus Fernandinho. Pendukung City patut antusias menantikan kiprah Rodri yang dikenal tidak neko-neko dan fokus ke sepakbola.

Rodri digaet The Citizens di bursa transfer musim panas ini dengan nilai 62,5 juta poundsterling dari Atletico Madrid. Proses transfer itu menjadikan gelandang internasional Spanyol itu sebagai pemain termahal di dalam sejarah City.

Digadang-gadang sebagai ‘The Next Sergio Busquets’, Rodri dikenal sebagai pemain yang tidak neko-neko dan profesional, bahkan sejak belia. Di dalam wawancara dengan eks pelatih Rodri, Paco Lopez, dia mengatakan bagaimana si pemain begitu sederhana.

Belum terlalu lama, kurang lebih satu tahun yang lalu, Rodri masih tinggal di asrama kampusnya, tempat dia mempelajari Studi Ekonomi dan Bisnis. Ketika itu, Rodri sudah berseragam Villarreal dan tampil di La Liga Primera dan Liga Europa.

Rodri bakal mengendarai mobil Opel Corsa-nya, yang dibeli bekas ke tempat latihan. Pada musim tersebut, 2017/2018, Rodri bermain 37 kali di La Liga Primera dan membawa Villarreal finis di urutan 5. Performanya membuat Atletico tertarik dan memboyongnya dengan harga 20 juta euro.

Seperti yang diketahui, Rodri cuma satu musim bersama Los Colchoneros, tapi di dalam setahun itu dia sudah menanjak pesat dan menuju ke level elite. Lopez mengatakan sejak awal selalu percaya Rodri akan menjadi pemain besar, bukan cuma karena gelandang berusia 23 tahun itu memiliki teknik bagus, namun juga sikap yang patut dicontoh.

“Rodri selalu berbeda dengan pemain lainnya karena walaupun masih amat muda, dia sudah amat profesional dan seorang murid yang baik. Bocah-bocah seusianya selalu melihat ke hp, akan tetapi Rodri bahkan tidak memiliki benda tersebut” ucap Lopez.

“Dia merupakan anak yang memperlihatkan banyak kemampuan dengan kakinya, dengan umpan-umpannya dan dengan caranya membaca permainan. Dia menonjol karena kecerdasannya sebagai pemain sepakbola, akan tetapi juga karena dia amat jelas tau bagaimana para pemain muda bersikap” sambung pria berusia 51 tahun itu.

“Banyak anak-anak muda dapat terganggu fokusnya. Namun dia selalu mengerti apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemain profesional” lanjut Lopez.

Rodri berposisi sebagai gelandang bertahan, dikenal impresif di dalam hal kontrol bola, kemampuan mengumpan dan membaca alur permainan. Lopez juga mengatakan anak didiknya itu begitu mudah beradaptasi dengan situasi di dalam pertandingan karena memang dibekali kecerdasan tinggi.

Lopez menceritakan bagaimana dia memainkan Rodri di belakang striker di pertandingan pertamanya. Walaupun tidak sebaik penampilan di posisi alaminya, Rodri tampil cukup bagus di posisi yang asing tersebut.

Di City, Rodri diproyeksikan sebagai calon penerus Fernandinho. Bukan tugas yang mudah mengingat peran yang bakal dimainkannya begitu krusial untuk Josep Guardiola. Gelandang kelahiran Madrid, 23 Juni 1996 itu akan mempunyai tugas utama sebagai penyaring serangan lawan dan memulihkan penguasaan bola tim, sekaligus menjadi titik balik tim saat membangun serangan.

Sebagai perbandingan, di musim lalu Rodri unggul hampir di semua aspek atas Fernandinho. Dia mencatatkan 1.756 umpan dengan persentase sukses 91%, kemudian membuat 103 tekel dan 41 intersepsi dari 34 penampilan.

Sementara itu Fernandinho mencatatkan 1.793 umpan dengan persentase umpan akurat 88%, 57 tekel dan 41 intersepsi dari 29 pertandingan. Rodri mencetak 3 gol dan satu assist, sementara Fernandinho mempunyai satu gol dan 3 assists.

Lopez yang saat ini menukangi Levante di La Lga Primera percaya diri kalau Rodri akan cocok dengan sepakbola yang diterapkan Guardiola dan City. Di dalam beberapa tahun ke depan, pemain yang pernah dibuang Atletico karena dinilai terlalu kecil dan kurus itu diprediksinya akan menjadi pemain top.

“Selalu ada resiko jika Anda bisa salah saat membuat penilaian kepada pemain muda. Akan tetapi Rodri amat jelas kalau dia akan menjadi pemain top” tambah Lopez.

“Manchester City merupakan tantangan besar lain untuk Rodri, bermain dengan salah satu klub terbesar di dunia dengan rekan-rekan setim yang bagus. Saya yakin dia bakal mampu beradaptasi dengan gaya permainan Josep Guardiola dan ide-ide yang dimilikinya mengenai sepakbola. Saya pikir dia sangat cocok untuk City” tutup pria kelahiran Silla, 19 September 1967 itu.